banner 728x250
Daerah  

Harlah ke-92 GP Ansor: Seruan Keras Sri Setyo Pertiwi,   Pemuda Jangan Diam, Bangsa Butuh Penjaga!

 

Sidoarjo//sumberberita.i-news.site,,,,        25 April 2026 Peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-92 Gerakan Pemuda Ansor tahun 2026 tidak lagi sekadar seremoni tahunan. Di tengah ancaman perpecahan, derasnya arus disrupsi digital, dan menguatnya polarisasi sosial, momentum ini berubah menjadi alarm keras bagi seluruh elemen bangsa, terutama generasi muda.

Ketua Umum DPP Pertiwi Nusantara Bersatu, Sri Setyo Pertiwi, melontarkan pesan tegas tanpa basa-basi: pemuda tidak boleh diam. Bangsa ini, kata dia, sedang membutuhkan penjaga, bukan penonton.

“GP Ansor harus tetap berdiri di garis depan. Bukan sekadar simbol, tapi kekuatan nyata yang menjaga ulama, merawat tradisi, dan mempertahankan keutuhan bangsa,” tegasnya.

Dalam pandangannya, Gerakan Pemuda Ansor telah membuktikan diri sebagai benteng ideologis yang kokoh. Di saat banyak pihak terjebak dalam tarik-menarik kepentingan, Ansor justru tetap konsisten mengawal nilai keislaman moderat dan semangat kebangsaan yang diwariskan Nahdlatul Ulama.

Namun, ia mengingatkan, tantangan ke depan tidak ringan. Ancaman terhadap persatuan kini tidak selalu tampak secara fisik, melainkan bergerak senyap melalui informasi yang menyesatkan, ujaran kebencian, hingga upaya sistematis memecah belah masyarakat.

“Ini bukan lagi soal organisasi, ini soal masa depan Indonesia. Kalau pemuda lengah, kita kehilangan arah,” ujarnya tajam.

Tema Harlah ke-92, “Bersatu, Berperan untuk Negeri”, menurutnya harus dimaknai sebagai panggilan aksi, bukan sekadar slogan. Persatuan tidak boleh hanya diucapkan, tetapi harus dijaga dengan keberanian, konsistensi, dan keberpihakan yang jelas pada keutuhan NKRI.

Ia juga menegaskan bahwa kader Ansor harus tampil sebagai pelopor, hadir di tengah masyarakat, meredam konflik, memperkuat toleransi, dan menjadi contoh nyata dalam menjaga harmoni di tengah keberagaman.

“Jangan tunggu situasi memburuk. Pemuda harus bergerak sekarang. Ansor harus menjadi garda terdepan, bukan pilihan, tapi keharusan,” tandasnya.

Di akhir pernyataannya, Sri Setyo Pertiwi menegaskan satu hal yang tidak bisa ditawar: keberadaan Gerakan Pemuda Ansor adalah pilar penting bagi bangsa. Jika Ansor kuat, maka persatuan Indonesia tetap terjaga. Namun jika lengah, risiko perpecahan akan semakin nyata.

Harlah ke-92 ini pun menjadi penegasan: Indonesia tidak kekurangan pemuda, tetapi membutuhkan pemuda yang berani berdiri, bersuara, dan bertindak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *