
SIDOARJO//sumberberita.i-news.site Dalam setiap lembar sejarah bangsa, nama Raden Ajeng Kartini selalu hadir sebagai cahaya yang tak pernah padam. Semangatnya menembus batas zaman, menghidupkan harapan, dan menguatkan langkah perempuan Indonesia hingga hari ini. Peringatan Hari Kartini pun kembali menjadi ruang batin untuk merenung, sejauh mana perjuangan itu telah kita lanjutkan.
Di tengah momentum penuh makna tersebut, Ainun Jariyah, Ketua Pimpinan Cabang (PC) Muslimat NU Kabupaten Sidoarjo yang juga anggota DPRD Kabupaten Sidoarjo dari Fraksi PKB serta Sekretaris Komisi C, menyampaikan ucapan selamat Hari Kartini dengan penuh ketulusan dan harapan mendalam bagi perempuan Indonesia.
“Selamat Hari Kartini untuk seluruh perempuan Indonesia, khususnya di Sidoarjo. Ini bukan sekadar peringatan, tetapi panggilan hati untuk terus melanjutkan perjuangan Ibu Kartini dengan karya, dengan keteguhan, dan dengan keikhlasan,” tutur Ainun Jariyah dengan nada penuh makna.
Menurutnya, perempuan bukan hanya bagian dari perjalanan bangsa, melainkan inti dari kekuatan itu sendiri. Dari rahim perempuan lahir generasi penerus, dari tangan perempuan tumbuh nilai-nilai kehidupan, dan dari keteguhan perempuan berdiri keluarga serta masyarakat yang kokoh.
Dalam refleksinya, Ainun Jariyah melihat perempuan masa kini telah melangkah jauh. Mereka hadir di berbagai lini kehidupan, di ruang pendidikan, ekonomi, sosial, hingga politik, membuktikan bahwa perempuan mampu berdiri sejajar tanpa kehilangan jati dirinya.
“Perempuan hari ini adalah simbol ketangguhan. Dalam diam mereka berjuang, dalam lelah mereka tetap bertahan, dan dalam keterbatasan mereka mampu melahirkan harapan. Inilah Kartini masa kini,” ungkapnya menyentuh.
Namun demikian, ia mengingatkan bahwa perjuangan belum selesai. Tantangan zaman terus berubah, dan perempuan dituntut untuk semakin adaptif, berdaya, serta memiliki bekal pendidikan dan nilai moral yang kuat.
Sebagai Ketua PC Muslimat NU Kabupaten Sidoarjo, Ainun Jariyah juga mengajak seluruh perempuan, khususnya kader Muslimat NU, untuk terus menguatkan peran dalam membangun masyarakat yang religius, berakhlak, dan berkeadilan.
“Perempuan adalah madrasah pertama bagi anak-anak bangsa. Jika perempuan kuat dalam iman, ilmu, dan akhlaknya, maka kita sedang menyiapkan masa depan Indonesia yang lebih baik,” tegasnya.
Lebih jauh, ia berharap momentum Hari Kartini ini mampu menggugah kesadaran bersama bahwa perempuan bukan sekadar objek pembangunan, tetapi subjek utama yang menentukan arah kemajuan bangsa.
“Jadilah perempuan yang tidak hanya bermimpi, tetapi juga berani mewujudkan. Jadilah perempuan yang tidak hanya kuat untuk dirinya sendiri, tetapi juga mampu menguatkan sesama. Karena ketika perempuan bangkit, bangsa ini akan berdiri lebih kokoh,” pungkasnya.
Di Hari Kartini ini, Sidoarjo seakan kembali diingatkan, bahwa di balik setiap kemajuan, ada peran perempuan yang bekerja dalam senyap, berjuang tanpa lelah, dan mencintai tanpa batas. Sebuah kekuatan sunyi yang justru menjadi fondasi bagi masa depan bangsa.






