
SIDOARJO//sumberberita.i-news.site. Momentum peringatan Hari Kenaikan Isa Al-Masih yang jatuh pada Kamis, 14 Mei 2026, menjadi saat penuh makna untuk mempererat persaudaraan, menjaga toleransi, serta menumbuhkan rasa kasih sayang antar sesama. Hal tersebut disampaikan aktivis perempuan Sidoarjo, Nadia Bafagih, yang selama ini dikenal aktif menyuarakan aspirasi masyarakat dan kepedulian sosial di tengah kehidupan warga.
Dalam pernyataannya, Nadia Bafagih menyampaikan ucapan selamat memperingati Hari Kenaikan Isa Al-Masih kepada seluruh umat Kristiani. Ia berharap momentum suci tersebut membawa kedamaian, keberkahan, dan semangat kebersamaan bagi seluruh masyarakat Indonesia, khususnya di Kabupaten Sidoarjo.
“Selamat memperingati Hari Kenaikan Isa Al-Masih 14 Mei 2026. Semoga kasih Tuhan senantiasa menyertai setiap langkah kehidupan kita semua. Mari jadikan momentum ini sebagai pengingat untuk terus menebarkan cinta kasih, menjaga persaudaraan, serta memperkuat toleransi antar umat beragama,” ujar Nadia Bafagih.
Menurutnya, keberagaman yang dimiliki bangsa Indonesia merupakan anugerah besar yang harus dijaga bersama. Ia menilai, keharmonisan antar umat beragama menjadi pondasi penting dalam menciptakan kehidupan masyarakat yang damai, aman, dan penuh rasa saling menghormati.
Nadia juga mengajak seluruh elemen masyarakat agar tidak mudah terpecah oleh perbedaan. Sebaliknya, ia berharap masyarakat terus memperkuat rasa persatuan dan gotong royong demi kemajuan bersama.
“Perbedaan bukan alasan untuk saling menjauh, tetapi menjadi kekuatan untuk saling melengkapi. Indonesia akan tetap kuat apabila masyarakatnya hidup rukun, saling menghargai, dan peduli terhadap sesama,” tambahnya.
Sebagai aktivis perempuan yang selama ini dekat dengan berbagai persoalan sosial masyarakat, Nadia Bafagih juga berharap Hari Kenaikan Isa Al-Masih menjadi momentum untuk menumbuhkan kepedulian terhadap warga yang membutuhkan bantuan dan perhatian.
Ia menegaskan bahwa nilai kasih, pengorbanan, dan ketulusan yang terkandung dalam peringatan keagamaan tersebut sangat relevan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, terutama di tengah berbagai tantangan sosial dan ekonomi yang dihadapi masyarakat saat ini.
Dengan penuh harapan, Nadia Bafagih mengajak seluruh masyarakat Sidoarjo untuk terus menjaga semangat kebersamaan dan menjadikan momen keagamaan sebagai sarana memperkuat persatuan demi terciptanya kehidupan yang harmonis dan penuh kedamaian.














