
SIDOARJO//sumberberita.i-news.site. Suasana hangat penuh kekeluargaan menyelimuti Aula Pendopo Balai Desa Kebaron, Kecamatan Tulangan, Kabupaten Sidoarjo, Sabtu malam (9/5/2026). Di tempat itulah harapan masyarakat seakan menemukan ruang untuk didengar melalui kegiatan “Ruang Kebersamaan” bertema “Masyarakat Bertanya, Wakil Bupati Menjawab” yang digelar GP Ansor.
Bukan sekadar acara seremonial, kegiatan ini menjadi jembatan hati antara rakyat dan pemimpinnya. Warga datang membawa berbagai keluhan, keresahan, sekaligus harapan tentang kehidupan yang lebih baik. Mereka duduk bersama, berbicara tanpa sekat, dan berharap suara kecil mereka benar-benar sampai kepada pemerintah.
Hadir langsung dalam kegiatan tersebut Wakil Bupati Sidoarjo, Mimik Idayana bersama suami tercinta, Rahmat Muhajirin. Turut hadir Camat Tulangan Moch. Andi Sulistiono, S.STP., M.Si, perwakilan Kapolsek Tulangan Briptu Fery Tampati mewakili AKP Rizky Arif Prabowo, S.Tr.K., S.I.K, perwakilan Danramil Tulangan Peltu Abdul Rouf mewakili Kapten Arh. Aan Chunaidi, serta Plt Kepala Desa Kebaron Nyoto bersama perangkat desa.

Sejak acara dimulai, suasana terasa hidup namun penuh keakraban. Satu per satu masyarakat diberi kesempatan menyampaikan pertanyaan secara langsung. Tidak sedikit warga yang mengaku baru kali ini bisa berbicara terbuka di hadapan seorang pemimpin daerah dan mendapatkan jawaban secara langsung.
Salah satu momen yang paling menyentuh terjadi saat seorang warga bernama Eva menyampaikan keresahan tentang tingginya angka pengangguran di wilayahnya. Dengan suara penuh harap, ia mempertanyakan mengapa masih banyak pemuda yang kesulitan mendapatkan pekerjaan, padahal Kabupaten Sidoarjo dikenal sebagai kawasan industri yang besar dan berkembang.
Pertanyaan itu sontak membuat suasana ruangan menjadi hening. Banyak warga terlihat mengangguk setuju, sebab persoalan pengangguran memang menjadi kenyataan pahit yang dirasakan sebagian masyarakat.
Mendengar hal tersebut, Wakil Bupati Sidoarjo, Mimik Idayana dengan penuh perhatian langsung memberikan jawaban sekaligus solusi. Ia menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Sidoarjo tidak tinggal diam menghadapi persoalan tersebut.
Menurutnya, berbagai program pelatihan keterampilan dan pemberdayaan masyarakat terus dilakukan untuk membuka peluang kerja baru, terutama bagi generasi muda.
“Kami terus berupaya agar angka pengangguran bisa ditekan. Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri, perlu dukungan masyarakat juga untuk menciptakan peluang usaha dan lapangan pekerjaan,” ungkapnya.
Ia juga mengajak para pemuda agar tidak takut memulai usaha dari kemampuan yang dimiliki. Keterampilan kecil, jika ditekuni dengan sungguh-sungguh, diyakini mampu menjadi sumber penghasilan sekaligus membuka kesempatan kerja bagi orang lain.
“Misalnya ada pemuda yang punya kemampuan memperbaiki motor lalu membuka bengkel. Dari situ bisa membutuhkan karyawan, dan tenaga kerjanya bisa berasal dari warga sekitar sendiri. Sedikit demi sedikit, itu bisa membantu mengurangi pengangguran,” tuturnya.
Ucapan tersebut mendapat sambutan hangat dari masyarakat. Banyak warga merasa tersentuh karena jawaban yang diberikan bukan sekadar janji, melainkan dorongan nyata agar masyarakat ikut bangkit dan mandiri.
Acara “Ruang Kebersamaan” malam itu pun menjadi lebih dari sekadar forum diskusi. Ia berubah menjadi ruang harapan bagi masyarakat kecil yang selama ini ingin didengar. Tawa, tepuk tangan, hingga wajah-wajah penuh harapan terlihat menghiasi jalannya acara.
GP Ansor sebagai penyelenggara dinilai berhasil menghadirkan suasana dialog yang humanis dan membumi. Di tengah kehidupan masyarakat yang penuh tantangan ekonomi, kegiatan seperti ini menjadi bukti bahwa masih ada ruang bagi rakyat untuk menyampaikan isi hati mereka secara langsung kepada pemimpinnya.
Malam di Kebaron itu bukan hanya tentang tanya dan jawab. Tetapi tentang hadirnya kepedulian, tentang harapan yang dijaga, dan tentang keyakinan bahwa pemerintah dan masyarakat harus berjalan bersama demi masa depan Sidoarjo yang lebih baik, lebih peduli, dan lebih sejahtera.














